Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat siksaan yang dialami seseorang, timbullah penderitaan. Dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia diakhirat nanti. Seperti dalam surat Al-Ankabut ayat 40 menyatakan: “masing-masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa-dosanya. Ada diantaranya kami hujani dengan batu-batu kecil seperti kaum Aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan ke dalam tanah seperti Qorun, dan ada pula yang kami tenggelamkan seperti kaum Nuh.” Dengan siksaan-siksaan itu, Allah tidak akan menganiaya mereka, namun mereka jualah yang menganiaya diri sendiri, karena dosa-dosanya.
Siksaan yang sifatnya psikis bisa berupa : Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Kesepian dialami oleh seseorang yang merasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Ketakutan yang berlebih-lebihan yang tidak pada tempatnya disebut phobia.
Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan antara lain : Claustrophobiaadalah rasa takut terhadap ruangan tertutup, dan Agoraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka, Gamang adalah ketakutan bila seseorang di tempat tinggi, Kegelapan adalah suatu ketakutan seseorang bila berada di tempat gelap,Kesakitan adalah ketakutan pada rasa sakit yang akan dialami, Kegagalan adalah ketakutan seseorang karena merasa bahwa apa yang akan dilakukan mengalami kegagalan.
Para ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang dalam, yang harus ditemukan, dihadapi, dan ditaklukan sebelum phobianya akan hilang. Sebaliknya ahli-ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia adalah problemnya dan tidak perlu menemukan sebab-sebabnya supaya mendapatkan perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karena si penderita hidup dalam keadaan ketakutan terus menerus, membuat keadaan si penderita sepuluh kali lebih parah.
http://meiliaupstar.blogspot.com
Menurut saya Siksaan terjadi karena ada pada dalam diri kita atau hati kita yang meraa tidak tenang dan nyaman, gangguan mental atau pskis terjadi karena adanya tekanan perasaan, jadi sebab itu orang tersebut merasa hatinya tersiksa.
Siksaan terjadi karena adanya beban yang terlalu berat yang di pikul bisa juga mendapatkan masalah yang sangat, seperti masalah rumah tangga, keluarga, ekonomi dll. Siksaan terjadi pada orang yang telah memiliki pemikiran yang luas.
Fikiran yang ditumpuk sendiri dan tidak dipecahkan bersama orang yang kita percaya siksaan itu sangat mudah masuk, Siksaan berdampak yang sangat negatif, langsung menyerang saraf otak, yang memikitkan masalahnya sangat menumpuk.Siksaan sama saja dengan beban mental. Dengan memikirkan hal tersebut orang itu menjadi sangat tidak konsentrasi karena mempunyai masalah yang sangat kompleks
Memang dampak dari orang yang merasa dirinya selalu tertekan sering seringlah berrefreshing untuk sementara menghilangkan penat yang ada pada fikiran kita dengan cara itu fikiran kita sementara waktu fresh, siksaan ini sangat berdampak negatif bagi orang yang merasakannya ingin melakukan ini dan itu sangatlah tidak tenang terfikirkan oleh masalah yang sangat rumit dan sulit sekali.
Janganlah kita meremehkan siksaan, siksaan pasti terjadi pada individu – individu, berfkirlah yang positif dan jernih karena berawal dari situ hidup kita akan nyaman, damai dan tentram
Nama : Nicholas Bima Nooka Putra
NPM : 55411156
Kelas : 1IA07





.jpg)

.jpg)





